Selasa, 29 Maret 2011

Nasi Goreng 5 Ribu di deket ITB, Ada! (Banyak dan Enak)


Teman-teman mungkin masih tidak percaya kalau judul yang saya sebutkan diatas beneran terjadi. Yah, seperti yang kita tahu bahwa harga nasi goreng biasa+telur biasanya berkisar 7-9ribu rupiah di warung biasa/kaki lima. Namun, kali ini saya menemukan yang lebih murah dan enak tentunya. Sebenarnya bukan kali ini juga sih, sudah beberapa minggu yang lalu. Namun baru kali ini saya sempat mewawancarai penjualnya dengan leluasa.
Adalah sepasang suami istri berumur cukup sepuh yang menjadi penjualnya. Sepertinya kemesraan mereka sudah terlihat begitu jelas dari kerja sama yang kompak dalam berjualan tersebut. Sebuah warung kecil yang menyediakan aneka gorengan, mie tek-tek, mie/nasi goreng, jus, pop-ice dan varian makanan dan minuman lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini. Warung tersebut berlokasi di samping taman hewan/Kebon Binatang Bandung. Tak jauh dari pintu masuk bagian bawah kebon binatang itu, warung ini sudah kelihatan dengan jelas. Keluarga tersebut sedang mencoba memperluas sayap usahanya dengan berjualan pempek Palembang. Saya doakan semoga berkah dan sukses.
Nah, sebenarnya makanan murah bukan hanya Nasi Goreng, mie tek-tek dan mie goreng disanapun murah pisan. Kali ini saya akan fokus ke Nasi Gorengnya saja. Sekarang saya mencoba menghitung harga pokok penjualan (HPP) dari nasi goreng tersebut setelah bertanya-tanya tentang komponen utama dalam pembuatan nasi goreng disana :
  1. Nasi 1/5 kg (dengan asumsi 1 Kg dapat dibuat 5 porsi nasi goreng) = 1.600
  2. Telur ayam                                                                                                   = 1.000
  3. Sayur-sayuran (wortel/kol)                                                                       =   500
  4. Cabai + Kecap+Garam (asumsi masing2 200 perak)                              =   600
  5. Gas + Minyak goreng (gas 500 + minyak 200)                                       =   700
Total                                                                                                                          = 4.400
Dengan asumsi minimumpun, untung yang mereka dapatkan cuma 600 perak tiap penjualan sebungkus nasi goreng. Mungkin  kalau kenyataannya mereka hanya mendapatkan 200-300 perak perpenjualan nasi goreng. Sayapun seketika menanyakan kenapa tidak dinaikkan harganya. Lantas, dengan mantap mereka menjelaskan bahwa sulit untuk menaikkan harga sebab kondisi masyarakat sekitarnya rata-rata menengah kebawah sehingga haruslah memperhatikan harga sebagai faktor utama. Yah, setidaknya mendapatkan untung meskipun cuma sedikit.
Hmm, begitulah keadaan penjual di samping taman hewan tersebut. Bagi Anda yang kebetulan tinggal di Bandung dan ingin menikmati masakan murah dalam bentuk nasi goreng, tak ada salahnya bila Anda mencoba nasi goreng di tempat tersebut. Jangan lupa bertanyalah tentang resep hidup harmonis dalam berkeluarga kepada pasangan sepuh tersebut karena saya sampai sekarang lupa menanyakannnya hehe…

Senin, 28 Maret 2011

Tips Jalan-Jalan Ke Bandung#1: Jangan Lupa Bawa Gula.


Bagi Anda yang baru pertama kali atau kedua kali atau kesekian kalinya ingin berjalan-jalan ke Bandung, sangat disarankan untuk membawa gula ke kota ini. Bukan dimaksudkan untuk menarik perhatian para mojang Bandung yang terkenal kasep-kasep dan geulis-geulis, oh bukan demikian. Bukan juga disebabkan di Bandung sekarang lagi kekurangan semut karena tingkat ke-manis-an gula sudah dikalahkan dengan kemanisan saya :P . Hehe.., Namun karena Anda akan lebih hemat ketika berjalan-jalan ke Bandung.
Kebun Teh Bandung

Nah, lho! mengapa demikian?.  Warung-warung di daerah ini biasanya menyajikan teh sebagai minuman gratis. Untuk Anda yang terbiasa meminum teh manis, pastinya sangat kurang rasanya bila meminum teh tawar tanpa rasa manis. Nah, bila Anda meminta teh manis. Harga yang tadinya 0 perak akan berubah menjadi 2000 atau 2500 rupiah. Lumayan beda kan. Hanya untuk menambahkan beberapa sendok gula saja.
Ketika Anda sudah menyediakan/membawa gula dengan jumlah secukupnya maka bila teh tawar hangat yang biasanya gratis sudah disajikan, tinggal ditambahkan saja gula tersebut. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan kocek yang lebih untuk mendapatkan teh manis yang biasa Anda nikmati. Hehe! meskipun sederhana dan remeh-temeh, biasanya ide ini akan tercetus ketika Anda berkali-kali menikmati teh hangat yang disajikan disana.
Ok, sampai jumpa ke tips selanjutnya!

Tweet Pak Tifatul Jadi Trending Topic

Malam ini, para tweeters dihebohkan dengan sebuah tweet Pak Tifatul yang sejak lama dikenal sebagai Pejabat Negara 'tercerewet' di tweeter. Topic yang ditampilkan adalah JAn64n 4d4 Du5t4 d14ntar4 K1ta. k4L4u b3nC1, b1l4ng b3nC1. k4l4U CiNt4, b1l4Ng C1Nt4. J4N64n B1ArK4n hat1mu tertU5uK 53mB1lu... hE3x ☺ Berikut buktinya :



Trending Topic


Entah apa yang mendasari Pak Menteri itu sehingga membuat trit yang dianggap alay. Tanggapan beragam langsung diberikan masyarakat bukan hanya seantero nusantara namun dari berbagai penjuru dunia. Berikut beberapa tanggapan yang berhasil saya skrinsut.



Kemungkinan besar, faktor utama tweet ini adalah konflik berkepanjangan antara PKS yang masih berstatus sebagai anggota koalisi. Karena belum ada diskusi politik serupa yang telah dilakukan SBY kepada partai Golkar, mungkin PKS merasa digantungkan. Kayak lagunya anak muda sekarang, 'Gantung'.
Dengan ini, saya rasa SBY tidak akan lama lagi memutuskan apakah tetap akan melanjutkan hubungan mesra dengan PKS atau akan menendang partai ini keluar dari koalisi yang sudah terjalin sejak Pilpres pertama di Indonesia.

Minggu, 27 Maret 2011

Uang Keamanan/Ketertiban/Kebersihan di Bandung atau Entah Apapun Namanya

Kali ini saya akan membahas tentang fenomena sosial yang terjadi di masyarakat kecil di kota Bandung dan sepertinya sudah menjadi kebiasaan umum di tempat-tempat lainnya. Bagi Anda yang berminat dan bercita-cita ingin menjadi Entrepreneur/Bisnisman, sepertinya harus mengetahui tentang femonena ini. Berawal dari kebiasaan saya bertanya tentang biaya yang dikenakan oleh orang tertentu kepada para penjual/pedagang kecil yang ada di sekitar Dago dan Cieumbeluit, akhirnya timbul keinginan saya untuk mempelajari lebih jauh tentang fenomena ini.

Beberapa hari sebelumnya, saya makan di kaki lima simpang Dago. Tempatnya cukup nyaman, masakannya enak dan pembelinya juga ramai. Saat itu saya menanyakan berapa iuran yang dikenakan oleh ‘petugas’ sekitar terhadap warung tersebut. Ternyata setiap harinya, mereka dikenakan 6.000 rupiah. Angka yang cukup besar bila diakumulasikan selama sebulan yaitu sekitar 180.000 rupiah. Angka tersebut adalah biaya keamanan yang dikenakan kepada pedagang kecil yang margin keuntungannyapun tidak seberapa besar. Toh, masih dikenai uang keamanan sebesar itu.

Sebenarnya untung pedagang kaki lima yang dagangannya laris, angka tersebut tidak begitu besar. Namun bagaimana dengan pedagang lainnya yang mungkin dalam satu hari berjualan hanya mendapat kurang dari sepuluh pembeli. Saya rasa terlalu menyakitkan bila mereka masih dikenai biaya-biaya tersebut.

Keesokan harinya, saya berencana memotong rambut di DPR (dibawah Pohon Rindang) jalan Kidang Pananjung. Di jalan tersebut dipenuhi banyak warung-warung dan pemangkas rambut tradisional. Sembari menikmati pijatan-pijatan dari pak pemotong rambut, saya menanyakan berapa iuran yang mereka bayar. Di tempat tersebut, iuran dikenakan oleh Pak RT/RW-nya. Tujuan iurannyapun lumayan baik yaitu sebagai kas RT/RW yang nantinya dipergunakan untuk perbaikan jalan Kidang Pananjung yang sudah rusak parah dan lain-lain. Iurannya juga tidak terlalu besar yaitu 1.500 perak perhari atau sekitar 45ribu perbulan.

Namun, kekhawatiran saya mulai muncul mengingat adanya seorang wanita tua yang berjualan di daerah kantor RT yang sudah dikosongkan. Saya melihat Ibu tersebut sangat jarang mendapatkan pembeli. Biasanya saya menyempatkan membeli roti, buah-buahan, kerupuk yang Ibu tersebut jual jika masih memiliki uang tentunya, maklumlah saya bukan tergolong mahasiswa yang berkecukupan sehingga harus mempergunakan uang dengan hemat.

Hampir setiap hari saya melewati tempat ini dan saling berteguran dengan Ibu tersebut, seakan seorang anak yang pamit dengan Ibunya dan Ibu tersebut membalas dengan sapaan ‘Berangkat Den, yang selamat di jalan yah!, ini ada roti masih baru’. Kalau lagi terburu-buru, saya biasanya langsung pamit pergi. Kalau ada waktu saya mampir untuk membeli.

Nah, alhamdulillah! Sepertinya RT di tempat tersebut tidak mewajibkan bayaran kepada Ibu ini. Akhirnya saya lega. Tapi ini masih kisah di daerah Dago. Pengamatan saya selanjutnya adalah daerah Cieumbeleuit. Di persimpangan daerah tersebut, banyak berjejelan para pedagang. Maklumlah, dulu di tempat tersebut adalah para tradisional yang cukup digemari masyarakat. Sekarang sepertinya pengunjung pasar tersebut sudah berkurang.

Yang menjadi tempat bertanya saya adalah seorang pedagang buah. Penjualnya adalah seorang wanita tua juga. Saya kerap memanggilnya dengan sebutan ‘Ibu’. Beberapa kali saya sempat membeli pisang kecil di tempat tersebut untuk menjadi santapan bersama-sama ScadaSquad yang sedang berada di Lab-SCADA ITB. Sebelum membeli kali ini, saya memperhatikan ketika Ibu tersebut memberikan buah Jeruk gratis kepada seorang Balita yang sedang bersama kakeknya. Ternyata kakek tersebut menawar Jeruk yang diinginkan balita dengan merengek-rengek. Akan tetapi karena tidak terjadi kesepakatan harga, kakek tersebut tidak jadi membeli. Karena iba melihat anak tersebut, si Ibu penjual memberikan sebuah Jeruknya ke anak tersebut. Sang kakek mencoba menolak, namun akhirnya si Ibu tetap memaksa memberikan jeruk kepada balita tersebut.

Yah, seorang pedagang kecil yang memiliki hati yang besar. Keuntungan materi bukan tujuannya semata. Kali ini, saya membeli buah pisang itu lagi. ‘Bu, pisangnya ½ kilo yah!’. Pisangpun ditimbang dan karena kurang, Ibu tersebut mengambil beberapa pisang lagi. Setelah memberikan uang, saya menanyakan darimana Ibu tersebut mendapat pasokan buah. Ternyata dari Pasar Ciroyom. Salah satu pasar Induk terbesar di Bandung dimana aktivitasnya mulai ramai ketika malam sampai dini hari. Obrolan kamipun dimulai.

‘Bu, di tempat ini dikenakan biaya berapa?’

‘Oh, besar banget mas. Meski gak dapet pelanggan tetap saja saya harus bayar’

‘Bayarannya itu, ada bayaran harian, mingguan dan setengah bulanan!’

‘Bayaran harian dilakukan dua orang, setiap orang bayarannya seribu berarti sehari musti bayar dua ribu. Lalu ada bayaran mingguan yaitu 2 ribu perminggu dan ada bayaran dua mingguan yaitu 10ribu’

‘Wew!, gede banget Bu. Berarti kalau di totalin bisa nyampe 88ribu dong. Emang untungnya berapa dari penjualan buah ini? ‘

‘Kalau mikirin untung sih mas, gak tentu. Kadang bisa dapet banyak kadang gak dapet sama sekali’

‘Saya beli pisang ini dari Ciroyom itu 3.500/kilo. Saya jual 4.000/kilo disini. Itu belum ongkos capeknya, ongkos transportasinya, terus lagi kalau udah dianter ksini beratnya jadi berkurang mas!’

‘Trus Bu, kok gak dinaikkan harganya?, kalau kayak gitu Ibu gak akan dapet untung dong. Yang ada malah rugi’

‘yah, mau gimana lagi mas. Saya sih pengennya pulang kampung ke Jawa. Mumpung ga ada kerjaan, saya jualan aja disini. Kalau ngantuk yah tinggal tidur. Tuh, di pojok sana’ Sembari Ibu tersebut menunjukkan tempat tidurnya yang sempit di sisi kosong tempat dagangannya.

Dengan kondisi seperti ini, kita dapat membuat gambaran sendiri tentang bagaimana susah dan menderitanya para pedagang kecil yang berusaha menyambung hidup dengan adanya bermacam-macam biaya yang dikenakan kepada mereka. Biaya yang juga harus mereka keluarkan meskipun pembeli yang dinantikan tak kunjung datang satupun di hari tersebut.

Yah, itulah diatas sekelumit perjuangan masyarakat kecil dalam mencari nafkah. Keringat dan airmata yang mereka keluarkan demi menyambung hidup diri dan keluarga mereka. Anak-anaklah yang menjadi semangat mereka untuk tetap berdagang dan berjualan. Nah, tuh! Bagi Anda yang merasa masih punya orangtua dan berjuang keras demi keberlangsungan hidup Anda. Mulailah untuk sedikit tahu diri dan menyadari akan perjuangan mereka.

Sabtu, 26 Maret 2011

Bergabung lagi dengan PayPerclick (PPC) di Satukomu

Setelah sebelumnya dibahas tentang komunitas Payperclick Idblognetwork, kali ini saya akan membahas komunitasSatukomu. Menjadi member di satukomu tidak begitu sulit dan seketat di Idblognetwork. Mungkin bagi kita yang masih newbie, akan lebih mudah untuk menjadi anggota Satukomu. Jenis iklan yang diberikan oleh Satukomu-pun cukup beragam, mulai dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar. Kalau di Idblognetwork sepertinya kita akan lebih sering menemui iklan dari perusahaan besar.



Di Satukomu-pun, royalti yang didapatkan tidak sebesar Idblognetwork yang sebesar 1000-2000 perklik. Pengalaman saya dari 2 iklan yang saya dapatkan di Satukomu yaitu Kiospulsaonline dan Sozumaru, Kiospulsaonline memberikan 50rupiah untuk tiap klik sedangkan Sozumaru 2 rupiah. Yah, angkanya memang cukup sedikit akan tetapi tidak apalah karena dapat membantu perusahaan tersebut untuk mengenalkan produknya.

PPC Satukomu dan Idblognetwork memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, tidak salah bila saya menyarankan kepada Anda untuk mengikuti kedua-duanya. Dengan adanya PPC ini, juga turut membantu menumbuhkan semangat para blogger untuk senantiasa berkarya dengan apresiasi berupa royalti. Memang royalti bukan segalanya sebab dengan memperkenalkan produk mereka saja, para blogger sudah merasa senang karena dapat membantu.

Bergabung dengan PayPerclick (PPC) di Idblognetwork

Payperclick (PPC) adalah metode pengiklanan/pemromosian suatu produk barang/jasa tertentu pada suatu web/blog dari advertiser kepada para pemilik web/blog melalui perantara tertentu dimana terdapat suatu imbalan/bayaran atas setiap klik iklan di web/blog tersebut. Biasanya untuk melakukan program PPC ini, para pemilik web/blog diwajibkan mempunyai Paypal yang membutuhkan verifikasi kartu kredit. Nah! karena adanya verifikasi kartu kredit ini, membuat saya malas untuk membuatnya. Meskipun sangat tergiur untuk mendapatkan royalti dengan mengiklankan produk barang/jasa di blog saya.

Dua minggu yang lalu ketika harapan untuk mengadakan PPC di blog mulai pudar, saya menemui suatu program PPC baru yang bernama idblognetwork. Idblognetwork tersebut tidak membutuhkan akun Paypal, cukup dengan rekening tabungan saja. Sampai saat ini blog yang dikonfirmasi baru mencapai 2400-an dengan sekitar 5000 blog sedang menunggu konfirmasi approval. Setelah membaca TOR yang dipublish di web tersebut, saya agak putus asa karena wordpress-er gretongan tidak diijinkan gabung di komunitas tersebut sebab host provider wordpress tidak mengijinkan blogger untuk memasang script iklan. Padahal rating blog saya yang di wordpress sudah cukup tinggi dengan traffic 500-600 visitor perhari.

Namun semangat saya mulai kembali setelah muncul ide untuk membuat blog baru di blogspot dengan me-mirror-kan artikel-artikel jagoan saya. Akhirnya pada 18 Maret 2011 lahirnya sebuah blog baru yang bernama andihendrapaluseri.blogspot.com. Kala itu rating alexa belum ada masih cupu bener lah. Namun, 6 hari kemudian rankingnya sudah beranjak dalam 6jutaan dunia dan 80ribuan Indonesia.


Nah, ternyata perjuangan saya tidak berhenti sampai disini. Setelah mendaftarkan blog yang baru ke pihak idblognetwork, saya harus menunggu approval confirmation dari mereka yang tidak diketahui kapan. Berdasarkan forum discussion di facebook, ada blog yang sudah beberapa bulan belum diterima juga. Saat itu, yang bisa dilakukan hanya berdoa saja sembari mengisi blog dengan sesuatu yang  berkualitas. Yah, syarat yang ketat memang menjadi tantangan buat saya untuk dapat masuk ke komunitas PPC tersebut.

Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan email notifikasi untuk menjadi member di komunitas tersebut. Alhamdulillah, ternyata penantian saya tidak harus berbulan-bulan seperti yang lain. Mengingat umur blog yang baru masih dalam hitungan hari dan ratingnyapun masih biasa saja, saya awalnya agak pesimis untuk mendapatkan approval confirmation dengan cepat.

Iklan pertama yang saya tampilkan di blog saya adalah iklan OSIM, yaitu perusahaan penjual message sofa yang sedang mengadakan promosi pada bulan Maret ini. Bertempat di Mall Taman Anggrek selama sebulan penuh. Royalti yang saya dapatkan untuk sekali klik adalah 1015 perak. Angka yang cukup besar untuk iklan perklik. Yah, semoga saja akhir bulan ini sudah mencapai 150.000 rupiah karena dengan saldo minimal 150.000 rupiah di akhir bulan. Pihak perusahaan idblognetwork akan mentransfer royalti ke rekening saya pada awal bulan (tanggal 5-10 bulan berikutnya).
Nah, bagaimana dengan Anda? tertarikkah mengikutinya? Saran saya :
  1. Gunakan blog yang host providernya tidak melarang Anda untuk memasang iklan
  2. Hapus/hidden semua tulisan yang isinya copy paste dari tulisan lain ataupun mengandung konflik SARA dan Pornografi
  3. Tingkatkan traffic/pengunjung blog Anda dengan mempromosikannya ke teman-teman.
Ok, mungkin cuma itu sarannya. Selamat mencoba.

Gambar Pegunungan anak SD Mungkin Terinspirasi dari sini


Foto berikut diambil di sore hari pukul 4.45pm. Di sudut sebuah kamar di Cieumbeluit
Gunung 1
gunung 2

Jumat, 25 Maret 2011

Manajemen Waktu oleh Seorang Mahasiswa ITB

Tulisan ini bukan dibuat oleh seorang mahasiswa yang terampil dalam memanajemen waktu. Namun sebaliknya, pengalaman buruk selama tingkat 2 dan 3 dalam membagi waktu membuat saya merasa memiliki kewajiban dalam me-share pengalaman ini.


Tingkat 1 :

Tingkat pertama seorang mahasiswa baru biasanya dipenuhi dengan keindahan. Di tingkat ini, mahasiswa tersebut akan lebih dituntut terhadap apa yang disebut adaptasi. Kita belum akan menjumpai beragam tugas-tugas kehidupan maupun akademik yang menuntut banyak kontribusi. Pilihan-pilihan tempat bernaung akan mewarnai kehidupan mahasiswa di tingkat awal. Hati-hati dalam menentukan pilihan/organisasi ini. Pilihlah yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda. Karena bila minat dan kemampuan tidak ada, bisa saja terjadi syndrome 'males' dan 'terpaksa'. Sungguh keduanya adalah hal yang harusnya dihindari. Menjadi mahasiswa seharusnya sudah mendidik kita menjadi manusia yang mandiri dan berdikari meskipun kiriman dari orangtua tetap mengalir setiap bulannya.

Karena beban akademik yang relatif tidak begitu sulit dan organisasi yang tidak menuntut banyak, maka banyak 'leluhur' tingkat atas yang mewanti-wanti kepada setiap mahasiswa baru untuk mendapatkan nilai setinggi-tingginya di tahap ini. Biasanya kalau sudah naik ke tingkat atas, nilai bagus sudah semakin susah didapatkan. Selain faktor pemahaman kuliah, faktor organisasi baik kecil maupun besar pasti akan berpengaruh pada akademik Anda.


Tingkat 2:

Di tingkat 2, biasanya para mahasiswa (di ITB) mulai ditempatkan di jurusan-jurusan yang mereka pilih. Ilmu-ilmu yang didapatkanpun sudah lebih khusus. Beban akademik mulai meningkat. Dalam hal keorganisasian, bebannya juga sudah bertambah. Biasanya para mahasiswa tingkat 2 sedang menjejali struktur 'staf' di organisasi tersebut.

Saran saya, usahakan jangan terlalu banyak. Dua saja mungkin sudah cukup, mengingat pengalaman kegagalan tim karena beberapa anggota yang menganggap tugas staf hanyalah tugas figuran dan yang lebih banyak mengkomando dan bekerja dalah kadiv/direktur/menteri. Pendapat tersebut cukup keliru. Bagaimanapun di organisasi yang sukses/gagal adalah tim. Sehingga semuanya harus totalitas untuk merealisasikan visi dan misi yang sama-sama telah diimpikan. Bahkan kalau boleh saya bilang, apabila suatu kerjaan itu sukses, maka yang sukses sebenarnya adalah lebih ke anggota karena mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan benar tanpa memberatkan orang lain.

Mungkin selain ilmu leadership, perlu juga sekali-kali diberikan pelatihan membership. Agar semua orang menyadari bahwa bukan hanya kepemimpinan yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Karena Tidaklah semua menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya. Kita bisa mengambil contoh Super Junior dan SNSD (haha.. K-Pop). Leeteuk dan Taeyeonmemanglah leader dari kedua grup tersebut namun itu tidak membuat anggota-anggota yang lainnya berpangku tangan untuk memajukan grup mereka. Sehingga bisa kita lihat dengan kekompakan tim mereka sekarang, lagu Sorry Sorrydan Gee dapat terkenal di dunia.

Ok, mungkin itu untuk organisasi. Untuk akademik, jangan kira bahwa indeks prestasi itu tidak penting. Karena sekarang sudah mulai banyak perusahaan-perusahaan (bagi Anda yang ingin menjadi karyawan) yang mensyaratkan nilai tinggi untuk memasuki perusahaan mereka. Yah, indeks prestasi tersebut memang hanya menjadi prasyarat saja. Namun, tidak akan berarti softskill yang Anda dapatkan bila prasyarat tersebut saja tidak lolos. Selain prasyarat kerja, IP juga menjadi daya ukur beberapa masyarakat akan kredibilitas Anda dalam melaksanakan kuliah. Kalau nilai hancur apakah layak dianggap bertanggung jawab?. Yah, memang ada beberapa kuliah mendapat nilai bagus sulit. Namun jangan jadikan ini paradigma awal Anda yang nantinya membatasi Anda untuk mendapatkan yang terbaik. Mungkin saja dosen yang sulit memberikan nilai tersebut, sekarang sudah tidak pelit lagi atau ........ (isi sesuai keinginan Anda).

Tingkat 3:

Saran akademik saya buat tingkat 3 sama seperti tingkat 2. Untuk keorganisasian karena biasanya para mahasiswa tingkat 3 sudah menjadi pengurus inti di organisasi tersebut adalah kalau bisa fokus pada satu organisasi. Anda adalah pengurus inti/leader dari organisasi yang bersangkutan. Sebaiknya bekerja dan berkarya optimal-lah di organisasi yang telah Anda pimpin (setidaknya selama setahun kedepan). Jangan ambil risiko besar dengan mengambil peran lain sebagai pemimpin karena bisa saja ada yang terabaikan dari peran-peran Anda di tempat lain. Persiapkan diri Anda juga untuk mulai mencari topik tugas akhir yang akan Anda kerjakan pada tingkat akhir nanti. Setidaknya mengetahui seluk beluk ilmu tugas akhir yang sesuai dengan minat Anda.

Tingkat akhir (4,5 dan seterusnya):

Di tingkat ini, biasanya mahasiswa akan kembali fokus pada akademis. Beban mental dari masyarakat untuk segera melaksanakan kelulusanpun biasanya menghinggapi para mahasiswa. Belajar tekun dan efektif memang sangatlah dibutuhkan. Kalau bisa buat jadwal rutin tugas akhir Anda misalnya 5 jam dalam sehari. Sehingga dengan begitu, mau tidak mau tugas akhir yang Anda lakukan akan berprogress. Kalau masih stuck, ada baiknya Anda berdiskusi dengan dosen pembimbing ataupun teman-teman yang mengerti tentang tugas akhir Anda. Sebaiknya dalam masa ini, abaikanlah sesuatu yang meminta peran besar dari Anda. Bukannya egois, tapi mengorbankan diri sendiri dan orangtua dalam masa yang genting ini demi sesuatu yang sebenarnya masih bisa dikerjakan oleh SDM-SDM yang lain, saya rasa itu hal yang bodoh.

Pandangan Tentang Earth Hour

Pandangan Tentang Earth Hour
Andi Hendra Paluseri
Earth Hour adalah program pemadaman listrik yang berlangsung di beberapa daerah di dunia yang bertujuan untuk mengurangi pemakaian energi dan sebagai aksi efektif untuk menjawab perubahan iklim global. Program ini diadakan pertama kali secara Internasional sejak tahun 2007 dimulai di kota Sydney, Australia. Diperkirakan sekitar 2 juta orang di dunia berpartisipasi. Setahun kemudian, pesertanya melonjak menjadi 50 juta orang di seluruh dunia. Program ini tetap dilaksanakan pada 2009, 2010 dan tahun 2011 ini. Diperkirakan di tahun ini pesertanya mencapai 1 milyar penduduk dunia.

Istilah lain dari Earth Hour sendiri di Indonesia lebih dikenal dengan nama 'Pemadaman'. Karena sangat mengenal dan sering merasakan  istilah Pemadaman, jadi tidaklah sukar untuk menjalani pemadaman selama satu jam saja. Buktinya di Jakarta sendiri yang notabene Ibukota Indonesia, pemadaman mencapai belasan jam dalam setahun apalagi daerah-daerah lainnya. Untuk tahun ini, daerah-daerah yang berpartisipasi dalam program Earth Hour adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan dan beberapa kota di Kalimantan. Kota-kota yang memang mengkonsumsi energi listrik terbesar di Indonesia. Diperkirakan sekitar 800Mwh energi dapat dihemat di seluruh Indonesia dengan adanya program ini yang artinya setara dengan mematikan sekitar 1/4 pembangkitan di IP Suralaya (Pembangkit Terbesar di Indonesia) dan mengurangi pemakaian 260 ton karbon dioksida.

Namun, bukan berarti dengan sosialisasi program ini tidak terjadi apa-apa. Ada berita lain yang beredar di masyarakat tentang dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan adanya Earth Hour. Ditakutkan dengan adanya Earth Hour akan terjadi perubahan beban secara seketika yang nantinya akan merusak mesin pembangkitan. Secara sederhananya ketika Earth Hour mulain beban turun secara mendadak sehingga terjadi peningkatan putaran di sisi generator. Begitu juga sebaliknya ketika Earth Hour selesai, beban akan meningkat sehingga putaran di generator akan menurun. Keduanya sama-sama mampu merusak alat.

Ketakutan yang diuraikan diatas memang sangatlah wajar. Namun saya rasa terlalu berlebihan bila kemampuan PLN sebagai perusahaan raksasa terbesar di dunia dengan konsumen sebesar 45 juta jiwa diragukan. Memang masih banyak yang harus dibenahi dari PLN, tapi untuk kasus seperti ini saya kira PLN sudah mengetahui cara penanganannya. Mungkin Load Shedding (pemadaman) lagi di beberapa daerah agar perubahan kenaikan/penurunan daya beban terjadi secara bertahap. Sehingga perubahan putaran ekstrim pada generator yang dikhawatirkan tidak akan terjadi. Dan masih banyak lagi solusi-solusi teknik yang mungkin pihak PLN rencanakan dalam keberjalanan program Earth Hour ini.
Terlebih lagi, acara yang berlangsung mulai pukul 20.30-21.30 WIB ini diuntungkan karena jadwal selesainya yang cukup malam dan memasuki jam-jam istirahat masyarakat. Sehingga ketika program Earth Hour ini selesai, kenaikan beban dirasa tidak akan signifikan, pun tidak banyak industri yang bekerja karena program ini dilakukan di malam hari. Untuk perubahan putaran yang besar yang terjadi ketika beban turun mendadak, hal ini yang paling harus diperhatikan.

Seperti saran saya semula, mungkin load shedding adalah upaya yang paling tepat dilakukan sebelum perubahan mendadak  penurunan beban. Jadi sebelum Earth Hour dilakukan secara bersamaan, PLN sembari mengurangi daya keluaran pembangkitan juga melakukan load shedding di beberapa tempat secara perlahan. Sehingga ketika tepat akan dimulainya program Earth Hour, perubahan putaran tidak begitu signifikan karena daya yang dikonsumsi masyarakat sudah rendah sejak jam-jam sebelumnya.

Ok, sekarang kita mengabaikan segala kemungkinan kerusakan mesin akibat Earth Hour tersebut dengan asumsi PLN mampu mengatasi dan menanganinya. Yang paling nyata tujuan akan program ini adalah hemat energi. Saya rasa cukup efektif bila program ini tidak hanya dilakukan sekali setahun. Juga jangan serempak dilakukan karena mungkin fluktuasi putaran mesin akan terjadi. Istilahnya semacam pemadaman namun atas kesadaran warganya. Jadi bukan PLN yang 'memaksa' memadamkan namun warga daerah tersebut yang memadamkan. Untuk itu, para dispatcher PLN harus siap siaga dengan kondisi ini karena load forecasting (Peramalan beban) mungkin tidak sama seperti biasanya.

Adapun keterangan dari WWF yang mengatakan tidak akan mengkampanyekan Earth Hour di tahun depan saya rasa cukup baik karena membuat suatu negara harus mengambil inisiatif sendiri untuk mensosialisasikan energy saving dengan baik dan metode yang sesuai dengan kondisi negara masing-masing. Pun Earth Hour dengan mematikan lampu selama sejam mungkin bukan satu-satunya langkah untuk program hemat energi tersebut. Masih banyak cara-cara lain

Penghematan Energi di Indonesia selain pemadaman seperti Biking Day dimana seluruh masyarakat Indonesia disarankan untuk mengendarai sepeda selama hari tersebut untuk menghemat energi fossil yang dihabiskan dengan mengendarai kendaraan bermotor. Cara ini mungkin juga efektif karena dapat dilakukan kapan saja dan secara serentak tanpa takut akan terjadinya kerusakan mesin seperti pada Earth Hour. Cara lain No-TV Day yang selain mampu menghemat energi juga dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah demikian bergantungnya dengan acara-acara televisi.

Mungkin cukup demikian pemaparan dari saya. Bagaimana dengan pandangan Anda?

Berita Gembira Bagi Calon Alumni Muda ITB

detiknews.com-Para alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang baru tamat kuliah, dapat mengakses dana pinjaman wirausaha hingga Rp 200 juta. Pinjaman itu dapat diperoleh dari Ikatan Alumni (IA) ITB.

Dalam keterangan pers di Medan, Jumat (25/3/2011), Ketua Bidang Organisasi IA-ITB Jety Rosila Hadi menyatakan, para alumni yang baru tamat itu, yang disebut sebagai alumni muda, dapat mengakses dana pinjaman itu dengan beberapa persyaratan. Mereka harus mengikuti bimbingan berwirausaha yang juga disediakan programnya oleh IA-ITB.

"Ini merupakan upaya para alumni untuk membantu para alumni muda untuk berwira usaha. Pinjaman maksimal yang bisa diberikan mencapai Rp 200 juta," kata Jety yang berbicara terkait Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA-ITB 2011.

Selain membantu para alumni muda dalam bentuk pinjaman, IA-ITB juga menyediakan dana Rp 1,25 miliar setiap tahun untuk kepentingan penelitian dosen dalam bentuk dana hibah penelitian. Inilah sebagian di antaranya, kata Jety, upaya para alumni untuk berkiprah bagi universitas setelah menamatkan pendidikan.

"Sementara dalam Rakernas, kita membahas topik-topik yang terkait dengan kebutuhan masyarakat, dan kemudian berupaya mengimplementasikannya. Jadi tidak hanya sekedar seminar," kata Jety yang berbicara didampingi Ketua IA-ITB Sumut Nurlisa Ginting.

Rakernas IA-ITB yang berlangsung di Medan, 25-26 Maret 2011, akan diikuti 200 peserta, dan merupakan Rakernas terakhir dalam periode kepengurusan 2007 - 2011 yang dipimpin Hatta Rajasa. Seterusnya akan diselenggarakan kongres untuk memilih pengurus baru periode empat tahun berikutnya.

Pada Rakernas kali ini IA-ITB membahas Potensi Transportasi Sebagai Pendukung Ekonomi dan Industri. Ketua IA-ITB Sumut Nurlisa Ginting menyatakan, pengembangan transportasi di Sumut menjadi isu yang penting, karena program-program pengembangan ekonomi akan sangat bertalian persoalan sektor transportasi itu.

Kamis, 24 Maret 2011

SNSD Look Alike Indonesian Artist Part.2


Sebenarnya artikel ini sudah ingin saya publish sejak sebulan yang lalu. Namun saya lupa nama artist Indonesia yang dicari tersebut. Sehingga waktu sebulan ini agak habis hanya untuk mencari artist yang dimaksud. Wajahnya sudah dapat saya bayangkan dengan jelas di benak saya. Namun terkendala ketika mencari fotonya di facebook sebab nama dan judul sinetron yang pernah dibintanginya tidak saya ingat.
Nah, tadi siang jam 11 ketika akan berangkat kuliah, sepintas saya memperhatikan SCTV. Di Channel tersebut, saya menemukan artist yang saya cari. Adapun judul FTV-nya adalah 'Kalau Cinta Jangan Jutek'.  Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12, segera saya hentikan menonton meskipun nama pemeran wanitanya belum saya dapati. Tak lupa mencatat judul FTV tersebut di hp, lalu saya kuliah.
Malam ini, saya mencari tahu tentang FTV tersebut dan akhirnya didapatkan bahwa nama pemeran wanitanya adalah Indah Pelapory. Ok,sekarang mari kita mulai bandingkan wajah-wajahnya dengan Yuri SNSD.

Yuri SNSD

Indah Pelapory

Yuri SNSD

Indah Pelapory

Yuri SNSD

Rabu, 23 Maret 2011

Malam Pertama Saya di Apartemen Cieumbeluit

Rabu (23/3) kemarin, barang sudah siap dibereskan. Beberapa barang yang tidak begitu penting masih dibiarkan di asrama KP. Mungkin berangsur-angsur akan membawa barang yang tersisa. Sebenarnya deadline keluar dari asrama Kidang Pananjung ITB adalah akhir Mei ini. Namun karena sudah ada yang mempersilahkan tempatnya untuk segera dipakai, maka saya tidak akan menolak :P.

Jam 9 Malam waktu Bandung, Rafi dan Yoga membantu mengangkat barang-barang yang saya miliki. Sesampainya di apartemen, Bang Jayapun turut membantu. Wah, terima kasih teman-teman. Kelelahan jelas terlihat dari keringat mereka. Namun apalah daya, tidak bisa memberi apa-apa. Hanya ucapan terima kasih dan senyuman hangat yang saya berikan.

Karena sudah terlalu larut, barang-barang belum saya susun dan masih agak kacau. Sebenarnya karakter saya sangat tidak suka dengan ketidakrapihan namun mengantuk ternyata mampu mengalahkan sifat saya itu. Keesokan harinya setelah nyenyak tidur, barang-barang yang berantakan tersebut akhirnya saya rapikan. Mumpung suasananya masih segar dan pagi, saya sempatkan untuk mengambil beberapa foto dari lantai 8. Lets check it out






Selasa, 22 Maret 2011

Gara-gara Magnum Masuk Penjara

Kisah kali ini bener-bener mengagetkan. Setelah ditimpa berita miring, kali ini gara-gara magnum seorang Bapak terpaksa dipenjara. Ceritanya begini ketika itu seorang Bapak sedang mengendarai motor sambil membawa bungkusan kecil yang dilapisi kertas koran. Lalu didepannya ada patroli polisi. Sambil menghentikan motor Bapak tersebut, pak polisipun memeriksa barang-barangnya.
Setelah menemukan bungkusan kecil, Pak Polisi menanyakan kepada Bapak tersebut, “Malam, Pak! Boleh saya tahu apa isi bungkusan kecil ini?”
“Oh, itu isinya magnum Pak”
Sambil mengernyitkan dahi, Pak Polisi bertanya lagi ” Milik siapa magnum ini?”
“Ini titipan anak saya Pak, bukan anak saya”
Lalu dengan sigap, Pak polisi  mengamankan Bapak tersebut dengan barang bukti bungkusan magnum yang dibawanya.
-Kisah seorang polisi yang tidak mengenal magnum-

Mengapa Kita Mendukung Invasi NATO ke Libya?


Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma inna nas’alukal ‘afiyah fid dunya wal akhirah. Amin ya Rahiim.
Sangat sulit dipahami, bagaimana mungkin banyak Muslim hari ini mendukung INVASI Amerika Cs ke Libya. Baik itu ulama, ustadz, pengamat, pemerhati, jurnalis, dan sebagainya. Bagaimana mungkin akal kita bisa membenarkan invasi ke Libya itu? Sesempit itukah wawasan kita? Sependek itukah nalar sejarah kita? Tidakkah kita mau belajar dari penderitaan bangsa Irak dan Afghanistan, pasca invasi Amerika Cs tahun 2003 dan 2001 lalu?
Alasan yang dipakai para AGRESSOR untuk menghujani Libya dengan rudal-rudal adalah: “Demi menyelamatkan warga Benghazi yang anti Qaddafi dari serangan brutalnya yang telah menewaskan manusia sampai 6000 orang lebih.“ Dengan alasan ini lalu kita membenarkan serangan udara negara-negara syaitan seperti Amerika, Inggris, Perancis, Italia, Kanada, dll.
Apakah Kalian Mendukung Mereka Menghisap Darah Kaum Muslimin?
Mula-mula harus diklarifikasi dulu, benarkah korban yang jatuh dari pihak demonstran anti Qaddafi sampai 6000 jiwa lebih? Laporan ini berdasarkan pantauan TV Aljazeera, lembaga HAM Libya, dan lembaga HAM internasional. Sedangkan, korban menurut versi Pemerintah Libya sendiri tidak pernah dilihat. Setidaknya, kita harus melihat laporan kalangan Islam independen, yang tidak terlibat dalam pertikaian politik di Libya. Kalau Aljazeera kan jelas-jelas sudah terlibat dalam revolusi dunia Arab saat ini, malah TV ini merupakan PROVOKATOR paling sengit.
Cobalah berpikir logis. Selama terjadi bentrok di Libya, pernahkah kita melihat mayat-mayat bergelimpangan dalam jumlah besar? Pernahkah kita lihat ke rumah-rumah sakit, disana ada ribuan korban jiwa? Pernahkah kita lihat ada pekuburan-pekuburan massal untuk mengubur jenazah yang ribuan orang itu? Pernahkah kita lihat ada gambar-gambar mayat bertumpuk-tumpuk di Libya saat ini? Kalau ada semua itu, saya yakin rakyat Libya yang semula pro Qaddafi, mereka akan berbalik menyerang Qaddafi. Sebab fitrahnya manusia, tidak suka melihat kekejaman.
Bukannya kita mendukung kekejaman Qaddafi. Tidak sama sekali. Tetapi jangan sampai kita zhalim dengan menuduhkan sesuatu yang memang tidak ada realitasnya. Kekejaman Qaddafi kepada demonstran ya jelas harus dihentikan. Bukan seperti itu cara yang seharusnya dilakukan. Baik Qaddafi maupun pasukan NATO, haram berbuat kezhaliman.
Sekarang masalahnya, bagaimana bisa kita menolak kekejaman Qaddafi, sementara kita membenarkan kekejaman serangan NATO terhadap target-target sasaran sipil di Libya? Apakah kalau yang menyerang itu Qaddafi, ia dilarang; tetapi kalau NATO, ia dibenarkan? Itukah yang namanya keadilan?
Seandainya NATO benar-benar adil –sedangkan syaitan tak ada yang bersikap adil– seharusnya mereka segera menghajar Israel dengan serangan ribuan ton rudal. Karena kita tahu betapa kejamnya Israel saat menyerang warga Ghaza pada 2008 lalu. Begitu pula betapa kejinya bangsa itu saat merampok kapal Mavi Marmara dan membunuhi puluhan manusia di dalamnya. Mengapa kita tidak meminta NATO menghajar Israel dengan segala kekejiannya itu?
Apakah seorang Muslim pantas meminta orang kafir membunuhi sesama Muslim (warga Libya), sementara dia tidak pernah meminta orang kafir itu membalas kekejaman Yahudi Israel? Siapapun yang merestui pembunuhan kaum Muslimin di Libya saat ini, dengan meminta bantuan tangan-tangan keji kaum kuffar, mereka bisa jatuh dalam kekufuran. Berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.
Mungkin Anda akan membantah, “Tapi kan Qaddafi sudah kejam, sudah biadab, sudah membunuhi ribuan orang Muslim? Dia harus dihentikan bagaimanapun caranya, berapapun harganya?”
Demi Allah, kekejaman Qaddafi –jika benar demikian adanya– tidak bisa dibenarkan dalam Syariat Islam. Dalam menyikapi pertikaian politik antar sesama Muslim (Pemerintah Qaddafi dan demonstran anti Qaddafi) seharusnya ditempuh jalan damai, jalan perundingan, dan kompromi. Bukan saling membunuh. Nabi Saw mengatakan, kalau dua orang Muslim berhadapan, keduanya sama-sama menghunus pedang, lalu salah satu darinya mati; maka keduanya masuk neraka. Yang terbunuh pun masuk neraka, sebab dia sudah ada niat membunuh kawannya.
Cara terbaik mengatasi pertikaian antar sesama Muslim adalah JALAN DAMAI, bukan saling serang dan membunuh. Dan lebih keji lagi, kalau untuk urusan saling membunuh itu, kaum Muslimin meminta bantuan orang kafir –laknat Allah atas mereka–. Wong, saling serang antar Muslim saja haram, apalagi meminta bantun kuffar untuk menyerang Ummat Islam lainnya. Ini adalah perbuatan terkutuk yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.
Andaikan Qaddafi telah berbuat kejam dengan membunuhi ribuan Muslim. Tetap saja solusinya bukan dengan mendatangkan kekuatan kuffar untuk menghancurkan seluruh negara Libya dan rakyatnya. Jangan sampai, hanya demi mengusir tikus yang masuk rumah, kita menyewa meriam milik orang kuffar. Nanti, bukan hanya tikus itu yang terbakar, tetapi seluruh rumah akan menjadi hancur berkeping-keping.
Cobalah ingat bagaimana latar-belakang perang Afghanistan dan perang Irak! Alasan perang Afghan, adalah untuk menghajar Usamah bin Ladin dan Al Qa’idah. Tetapi yang dihancurkan oleh NATO adalah seluruh negara Afghan dan rakyatnya, sementara Al Qa’idah sampai sekarang masih terus eksis. Alasan perang Irak, adalah untuk menghajar Saddam yang memiliki senjata pemusnah massal. Ternyata kemudian terbukti, alasan itu bohong belaka. Tetapi bangsa Irak sudah remuk-redam dihajar ribuan ton rudal NATO. Bahkan kini Irak lebih didominasi oleh sekte Syi’ah Rafidhah. Wal ‘iyadzubillah.
Kalau masalah kekejaman, Qaddafi bukan satu-satunya penguasa kejam. Coba hitung berapa ribu manusia yang telah tewas di Afghanistan dan Irak! Sebagian menyebut sudah jutaan. Lalu hitung berapa korban Muslim di Palestina akibat kekejaman Israel! Lalu hitung kekejaman di Somalia, di Rwanda, di Chechnya, di Bosnia, bahkan di Ambon, Maluku, Sampit, Sambas, dan lainnya. Ada berapa ribu manusia yang “disate” di tempat-tempat itu? Lalu apakah NATO segera bergerak cepat untuk menghancurkan pihak-pihak pembantai di tempat-tempat itu?
Kita masih ingat bagaimana kekejaman regim militer di Aljazair ketika merampas kemenangan FIS pada tahun 1991-1992 lalu. Ketika itu regim militer tersebutmembunuh 50.000 lebih aktivis Islam, atas dukungan negara syaitan Perancis. Apa kita lupa dengan fakta sejarah itu? Lalu dimana pembelaan NATO terhadap FIS? Padahal FIS memenangkan pemilu secara demokratis? Mengapa penguasa militer Aljazair tidak dihajar oleh NATO dan negara sampah seperti Amerika, Inggris, Kanada, dan sejenisnya? Dimana pembelaan mereka terhadap nasib 50.000 aktivis Islam di Aljazair?
Dan yang paling konyol lagi, ialah alasan: “Menciptakan demokrasi di Libya.” Ini adalah alasan yang paling TOLOL yang bisa dikemukakan. Demi melaksanakan demokrasi, kita menghalalkan invasi negara-negara kuffar –semoga Allah mengutuk mereka dan menghancurkan ekonomi mereka–.
Bagaimana mungkin negara-negara itu ingin memaksakan demokrasi dengan bahasa “rudal dan bom”? Ini adalah KEMUNAFIKAN yang sangat telanjang. Mungkinkah bisa terjadi demokrasi dengan bahasa rudal? Sangat sulit dimengerti. Apakah artinya demokrasi jika menghalalkan agressi, invasi, dan serangan rudal-rudal? Disebut demokrasi karena disana tidak digunakan cara-cara kekerasan. Kalau memakai cara kekerasan, yang terjadi bukan demokrasi, tetapi demokrasi berdarah. Lihatlah di Afghanistan, disana Amerika berusaha mendemokrasikan bangsa Afghan tetapi dengan memakai rudal. Akibatnya, rakyat Afghan merespon ajakan Amerika itu dengan serangan-serangan bom manusia, sampai saat ini. Demokrasi darah, ya hasilnya akan dibayar dengan darah pula.
Satu hal yang harus disadari. Andaikan nanti Qaddafi berhasil dihancurkan oleh pasukan NATO, lalu diganti tokoh lain yang lebih demokratis. Pertanyaannya, apakah setelah itu NATO akan pulang ke rumah masing-masing secara damai dan penuh ikhlas? Jangan bodoh kawan! Mereka sudah keluar uang banyak untuk menjatuhkan Qaddafi. Mereka pasti akan meminta BAYARAN atas uang yang sudah mereka keluarkan untuk aksi militer itu. Sebagai catatan, harga 1 unit rudal Tomahawk saja bisa mencapai Rp. 5 miliar sampai Rp. 9 miliar.
Semua biaya-biaya itu pasti akan dimintakan agar diganti oleh negara Libya. Kalau bukan dibayar secara cash, bisa dikonversi dalam bentuk hutang negara. Atau dialihkan dalam bentuk penguasaan ladang-ladang minyak di Libya. Mana ada perang yang cuma-cuma, kawan? Jangan bodoh dan terlalu lugu. Negara-negara agressor seringkali memanfaatkan perang semacam itu untuk mendapat penghasilan ekonomi besar. Itulah yang disebut sebagai “jualan amunisi berkuah darah“.
Sehebat apapun konflik di tengah kaum Muslimin, solusinya bukan dengan meminta bantuan pasukan kuffar yang terkenal haus darah dan zhalim itu. Konflik di antara kaum Muslimin seharusnya diselesaikan dengan ISHLAH. Al Qur’an mengajarkan agar kita menempuh jalan damai ketika menyelesaikan sengketa suami-isteri. Bila konflik sudah serius, kita bisa mengambil, “Hakaman min ahlihi wa hakaman min ahliha” (seorang penengah dari pihak suami, dan penengah dari pihak isteri). Cara demikian diutamakan, karena Islam menganut prinsip, “Was shulhu khair” (perdamaian atau ishlah itu lebih baik).
Kalau untuk konflik rumah-tangga diutamakan cara ishlah, apalagi konflik yang menyangkut darah, nyawa, harta, dan kehidupan kaum Muslimin dalam skala luas? Lalu dimana akal kita ketika kini menyetujui invasi Amerika Cs ke Libya? Itukah cara Islami yang diajarkan oleh Kitabullah dan As Sunnah? Sangat jauh, sangat jauh; seperti jauhnya langit dan bumi, serta jauhnya Barat dan Timur.
Cukuplah ayat berikut sebagai peringatan bagi kita semua:
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (Terjemah Ali Imran: 28).
Cimahi, 22 Maret 2011.
(Abinya Syakir).